
Sebagai bagian dari program Equity – Research Matchmaking, sebuah tim dari Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Bandung (ITB), yang dipimpin oleh Dr. Ir. Tri Partono Adhi, dengan anggota tim Dr. Eng. Aghietyas Choirun Az Zahra, Dr. Anita Kusuma Wardani, dan Dr.Eng. Hafis Pratama Rendra Graha, S.T., M.T., M.Eng., mendelegasikan Aghietyas dan Anita untuk mengunjungi University of Nottingham Malaysia dan mengadakan diskusi yang bermakna dengan Prof. Dominic C. Y. Foo. Pertemuan tersebut mengeksplorasi peluang penelitian kolaboratif dalam simulasi dan integrasi proses berkelanjutan, dengan fokus pada peningkatan efisiensi sumber daya dan pengurangan emisi karbon.
Prof. Dominic dikenal sebagai akademisi terkemuka di bidang teknik kimia, khususnya dalam area integrasi proses dan keberlanjutan. Hingga saat ini, beliau telah menghasilkan lebih dari 380 publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi, dengan H-index sekitar 54 berdasarkan basis data Scopus. Selain aktivitas penelitian, beliau juga aktif dalam peran editorial di berbagai jurnal dan penerbit internasional, antara lain sebagai Series Editor untuk Green Chemistry and Chemical Engineering (CRC Press), Editor-in-Chief untuk Process Integration and Optimization for Sustainability (Springer Nature), Editor pada bidang Clean Technology untuk Trans IChemE Part B: Process Safety & Environmental Protection (Elsevier), serta Associate Editor pada Water Conservation Science and Engineering dan Frontiers in Sustainability. Beliau juga terlibat sebagai Editor pada South African Journal of Chemical Engineering.
Dalam diskusi yang berlangsung, Prof. Dominic memaparkan arah risetnya yang berfokus pada simulasi dan integrasi proses melalui pendekatan holistik dalam desain, optimasi, dan pengoperasian sistem proses. Pendekatan ini menekankan pentingnya keterpaduan antarunit proses untuk mencapai efisiensi sumber daya secara optimal. Berbagai metode yang digunakan mencakup analisis pinch dan optimasi matematika untuk menyelesaikan permasalahan terkait konservasi energi dan material, penurunan emisi karbon dioksida, serta pengembangan sistem proses yang lebih berkelanjutan. Arah riset tersebut memiliki keterkaitan yang kuat dengan peta riset FTI ITB, khususnya dalam pengembangan teknologi proses yang berorientasi pada keberlanjutan.
Kunjungan ini juga mencakup diskusi kolaborasi riset dengan Dr. Yoke Kin Wan. Diskusi tersebut berfokus pada penjajakan potensi riset bersama di bidang water and wastewater treatment, khususnya dalam pengembangan teknologi pengolahan yang efisien dan berkelanjutan. Selain itu, turut dibahas pendekatan optimasi proses kimia berbasis metode matematika, yang mencakup pemodelan, simulasi, serta optimasi sistem proses untuk meningkatkan efisiensi operasional dan pemanfaatan sumber daya. Topik-topik ini dinilai memiliki kesesuaian yang kuat dengan kepakaran kedua institusi, sehingga membuka peluang untuk pengembangan riset kolaboratif yang berdampak dan berorientasi pada solusi teknis berbasis ilmiah.
Selain itu, penjajakan kolaborasi riset dilakukan dalam bidang pemrosesan termal biomassa bersama Dr. Suchithra Tangalazhy Gopakumar dari Department of Chemical and Environmental Engineering, Faculty of Science and Engineering, University of Nottingham Malaysia. Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengembangan riset energi terbarukan berbasis biomassa yang semakin relevan dalam menghadapi tantangan global. Di tengah meningkatnya krisis energi, perubahan iklim, serta keterbatasan sumber daya fosil, riset biomassa berbasis limbah adalah solusi yang berkelanjutan, tepat guna, dan aplikatif untuk mendukung transisi menuju sistem energi yang lebih bersih dan rendah karbon.
Dr. Suchithra merupakan peneliti yang memiliki keahlian kuat dalam pemrosesan termal biomassa, khususnya melalui teknologi pirolisis dan pemrosesan hidrotermal. Fokus risetnya meliputi konversi berbagai jenis biomassa, terutama biomassa berbasis limbah, menjadi produk bernilai tambah seperti bioenergi, bahan kimia hijau, dan material fungsional. Arah riset ini menunjukkan keselarasan yang kuat dengan fokus riset yang telah lama dikembangkan di FTI ITB, khususnya pada Program Studi Teknik Bioenergi dan Kemurgi. Kesesuaian tema riset tersebut membuka peluang sinergi yang signifikan, baik dari sisi pengembangan ilmu, pemanfaatan fasilitas riset, maupun peningkatan kualitas publikasi dan luaran inovasi. Lebih jauh, riset kolaboratif ini memiliki kontribusi nyata terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau, melalui pengembangan sumber energi alternatif non-fosil; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, dengan pemanfaatan limbah biomassa sebagai bahan baku; serta SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, melalui pengurangan emisi karbon dan ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, kedua institusi sepakat untuk mengembangkan kerja sama yang lebih terstruktur, meliputi penjajakan riset kolaboratif, pertukaran mahasiswa dan peneliti, serta penyusunan proposal bersama untuk skema pendanaan internasional. Kunjungan ini tidak hanya menjadi bagian dari luaran program Equity – Research Matchmaking, tetapi juga membuka peluang sinergi jangka panjang antara FTI ITB dan University of Nottingham Malaysia. Diharapkan, kolaborasi ini dapat menghasilkan penelitian yang saling melengkapi, memperkuat kapasitas kelembagaan kedua pihak, serta memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan teknologi energi dan proses berkelanjutan.


