Obituari: Selamat Jalan Prof. Dr. Ir. Veronica Srisusilowati Praptowidodo - Guru Besar Perempuan Pertama Teknik Kimia FTI ITB

Bandung – Veronica Susilowati Praptowidodo lahir di kota Solo pada tanggal 6 Juni 1940. Dalam kehidupan pribadinya, beliau dikenal sebagai pribadi yang hangat, ramah, dan penuh perhatian terhadap orang-orang di sekitarnya. Beliau menikah dengan Aloysius Praptowidodo (Dosen Teknik Fisika, FTI ITB) dan dikaruniai tiga orang anak, yaitu Adrianus Aryo Seto, Sebastianus Aryo Seno, dan Christianus Aryo Palguno. Bagi keluarga, sahabat, serta rekan sejawat, beliau bukan hanya seorang akademisi yang berdedikasi, tetapi juga sosok yang menghadirkan kehangatan dalam setiap interaksi.
Karier akademik beliau dimulai sebagai pendidik di Departemen Teknik Kimia, Institut Teknologi Bandung, sejak tahun 1970. Sepanjang masa pengabdiannya di ITB, beliau memberikan kontribusi penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan, khususnya di bidang teknologi polimer. Beliau pernah menjabat sebagai Kepala Laboratorium Teknologi Polimer dan kemudian dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Teknologi Polimer pada tahun 2002. Beliau juga tercatat sebagai Guru Besar perempuan pertama di bidang Teknik Kimia di ITB.
Dalam kegiatan pengajaran, beliau mengampu berbagai mata kuliah, antara lain Teknologi Polimer dan Teknologi Pemrosesan Minyak Bumi, yang menjadi bagian penting dalam pembentukan kompetensi mahasiswa Teknik Kimia.
Sebagai pendidik, beliau juga telah membimbing tugas akhir sangat banyak mahasiswa yang kini berkiprah di berbagai sektor, mulai dari industri kimia, petrokimia, oleokimia, energi, hingga bidang lingkungan, baik di Indonesia maupun di berbagai negara. Para alumni mengenang beliau sebagai dosen yang teliti, penuh perhatian, dan selalu mendorong mahasiswanya untuk berkembang.
Banyak mahasiswa bimbingannya yang kemudian menyampaikan bahwa dari beliau mereka tidak hanya belajar ilmu Teknik Kimia, tetapi juga belajar tentang sikap hidup. Ketekunan dalam bekerja, kejujuran dalam berpikir ilmiah, serta ketulusan dalam memperlakukan orang lain menjadi nilai-nilai yang selalu beliau contohkan. Bagi para mahasiswa, beliau bukan hanya seorang pembimbing akademik, tetapi juga seorang guru kehidupan.
Di lingkungan kampus, beliau akan selalu dikenang sebagai Bu Susi yang cantik dan ramah, seorang guru yang tidak hanya meninggalkan jejak keilmuan, tetapi juga kenangan hangat dalam kehidupan banyak orang.
Selamat jalan, Bu Susi.

Foto bersama dosen TK di Gedung Lama TK, Tahun 1994. (Koleksi Foto: Prof. Dr. Dwiwahju Sasongko).

Foto bersama dosen TK di Ruang 5201 (Gedung Lama), Tahun 1994. (Koleksi Foto: Prof. Dr. Dwiwahju Sasongko).

Di rumah Bu Susi, Bukit Dago Utara, ada asisten Matek di belakang almarhum. (Koleksi foto: Prof. Dr. Dwiwahju Sasongko).

Foto: bersama alm Ibu Susi dan alm pak Jusuf Mukmin circa Apr 1994 Bontang Samarinda, Kaltim (koleksi foto: Prof. Tirto Prakoso).

Menemani mahasiswa TK2000 Perjalanan Kuliah Kerja (KulKer) (Koleksi Foto: Dr. Aqsa, TK00, Ketua Angkatan 2000 dan Ketua Himatek 2003).


